Buat Apa Insecure? Insecure itu Nggak Ada Gunanya
Namanya juga manusia, pasti pernah dan akan merasakan kekurangan, merasakan keterbatasan dalam suatu hal, ketidak terpenuhinya keinginan atau kebutuhan; atau yang biasa kita sebut insecure. Kalimat “insecure” berasal dari Bahasa Inggris, yaitu “in” dan “secure“, in berarti tidak dan secure berarti aman, sehingga “insecure” berarti “tidak aman”; sedangkan definisi insecure secara gamblang adalah perasaan cemas, tidak mampu, dan kurang percaya diri yang membuat seseorang merasa tidak aman. Akibatnya, seseorang yang insecure bisa saja merasa cemburu, selalu menanyakan pendapat orang lain tentang dirinya.
Hal-hal yang Menjadikan Kita Insecure
Benar saja kita merasa insecure, karena banyak sekali pemicu yang menjadikan kita insecure dan itu semua berasal dari pola pikir kita. Hal itu sebenarnya di bawah kesadaran kita, karena rasa insecure timbul bersamaan dengan keadaan di mana orang lain yang lebih baik atau lebih bagus dibandingkan kita, entah itu melalui penglihatan, pendengaran, atau perasaan kita. Sebagai contoh: Jono melihat Sumingkem yang ganteng karena dia berkulit putih, sedangkan Jono merasa lebih jelek karena kulitnya tidak seputih Sumingkem.
Nah, persepsi Joko yang demikian itu adalah suatu hal yang keliru, karena kita tahu bahwa manusia diciptakan berbeda-beda. Perbedaan ciri fisik itu hal yang lumrah; warna kulit, gaya rambut, perawakan, dan ciri fisik yang lain, tidak kemudian untuk dijadikan alasan kalau kita lebih jelek (insecure).
Individu Satu Sama Lainnya Berbeda
Perbedaan individu dengan individu lainnya adalah hal yang wajar; apalagi kita berasal dari negara yang penduduknya berbeda-beda, baik dari suku, agama, ras, etnis, budaya, dan agama. Lebih-lebih di luar Indonesia, terdapat banyak perbedaan lagi; pertanyaannya, apakah menjadi berbeda itu hal yang menyedihkan?
Pemahaman setiap individu memanglah plural. Dan dengan menjadikan perbedaan itu hal yang wajar, tentu akan membuat kita merasa cukup dan bersecure (bersyukur). Namun apabila pemahaman kita bertolak belakang dengan yang semestinya, pasti kita akan merasa minder, tidak nyaman, tidak aman, dan tidak berani untuk tampil di muka publik.
Dari mayoritas manusia di bumi ini, yang bisa menerima perbedaan, bisa selalu merasa oke dengan keadaan yang semestinya ada dan dengan menerima hidup ini apa adanya; mereka justru bisa melanjutkan kehidupan dengan lebih baik. Yang kemudian mereka bangkit dari keterpurukan, mereka mencoba dan berlatih percaya diri; dan akhirnya mereka akan mencicipi kesusksesan atas dasar semangat mereka.
Hidup Manusia itu Sama, Akan Kembali ke Tanah
“Manusia asalnya daripada tanah, makan hasil tanah, berdiri di atas tanah, akan kembali ke tanah, kenapa masih bersifat langit?” Tutur Buya Hamka.
Melihat quote dari Buya Hamka di atas, masih akankah kita terus melihat perbedaan antar manusia? Masih akankah kita terus membandingkan diri? Berbeda itu wajar, tapi jangan sampai kita terlena akan perbedaan itu, yang menjadikan kita merasa insecure; karena pada hakikatnya kita sama-sama akan kembali ke tanah, baik ganteng, jelek, tinggi, pendek, atau manusia siapapun.
Kita harus sadar bahwa manusia pasti memiliki kekurangan dan kelebihan yang sudah didesain sedemikian rupa oleh Allah Swt., yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kebaikan untuk kita. Seperti firman Allah yang termaktub dalam Al-Qur’an, Surah Al-Baqarah 2:216, yang artinya, “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
Tiap-tiap Orang Berhak Menggapai Cita-citanya
Hidup di dunia ini adalah tanggung jawab diri sendiri. Akan diisi apa kehidupan kita ini dengan segala sesuatu yang sudah oleh Allah Swt. berikan. Banyak orang yang “kurang” dari segi fisik tapi mereka menjadi atlet internasional dan banyak juga orang yang kurang dari segi materi tapi mereka bisa menjadi pengusaha yang sukses. Semua orang berhak menggapai cita-citanya, baik orang itu memiliki kekurangan secara fisik, atau manusia normal mereka akan mampu meraih cita-cita mereka; dengan catatan dengan tekad, semangat, berlatih dan terus mencoba.
Keyakinan dan percaya dengan kemampuan diri sendiri adalah kunci kesuksesan. Jangan terlalu ambil pusing dengan kekurangan yang kita miliki; kita harus berani melangkah, dan terus berproses demi masa depan kita; karena cita-cita itu harus kita gapai, baik dengan kita merangkak, ngengsot, berjalan, atau berlari tanpa ada kata berhenti. Suatu saat entah itu kapan, pasti cita-cita dan kesuksesan ada di genggaman kita.
Melalui tulisan ini, penulis tidak serta merta menjadikan tulisan ini hanya sebuah wacana belaka, tetapi penulis memiliki harapan kepada seluruh pihak untuk berhenti merasa insecure. Memang sulit untuk mengakui bahwa diri ini “berbeda”. Berbeda yang dimaksud adalah dalam hal yang membuat kita minder atau merasa tidak cukup, yang kemudian kita jadi patah semangat dan runtuh tekad.
*
Manusia itu sebenarnya sama, yang menjadikan perbedaan itu hanya kemasannya. Kemasan yang dimaksud yaitu pola pikir dan sudut pandang yang beragam, keberagaman pemahaman seseorang membuat perbedaan terlihat mencolok. Manusia memang sering mengkategorikan fisik seseorang, bahkan menjadikan perbedaan fisik itu bahan pembicaraan dan diskriminasi di lingkungan; sehingga seseorang akan merasa malu dan tidak bersyukur. Intinya, dengan kita bersyukur dan bisa menerima diri dengan apa adanya adalah kunci untuk bisa melangkah dari keterpurukan dan melanjutkan hidup serta kita tidak merasa minder dengan kondisi fisik yang kita miliki.
Hidupkanlah dalam hatimu bahwa kondisi fisik yang berbeda-beda adalah suatu hal yang lumrah. Hidupkanlah dalam pikiranmu bahwa kondisi fisik yang berbeda-beda adalah suatu hal yang harus dihargai, dan hidupkanlah dalam tindakanmu bahwa kondisi fisik yang berbeda-beda, tidak mematahkan semangat dalam meraih mimpi dan harapan, serta cita-citamu. Dengan demikian, kamu akan menjadi sosok yang bersyukur dan paham dengan hakikat penciptaan manusia. So, Let’s be grateful for what you have.
Tulisan saya ini, telah dimuat oleh rahma.id pada 10 bulan yang lalu, mungkin 21 September 2021. https://rahma.id/buat-apa-insecure-insecure-itu-nggak-ada-gunanya/?amp=1
Comments
Post a Comment