Uniknya Idul Adha Tahun ini

 Pemberitaan Heboh

Belakangan ini ramai sekali pemberitaan mengenai kapan jatuhnya hari raya Idul Adha 1443 Hijriyah. Mulai dari detik.com, tirto.id, cnbcindonesia.com, suara.com, sampai tribunnews; bahkan di media sosial ramai minta ampun saling sahut-sahutan mengenai isu idul adha ini. Untuk itu, patut kita labeli Idul Adha tahun ini adalah unik.

Perihal perbedaan keputusan antara pemerintah, Muhammadiyah, dan Nahdhatul Ulama (NU) seringkali menjadi landasan masyarakat umum/netizen untuk saling berargumen. Pemerintah memutuskan Idul Adha jatuh pada hari Ahad, 10 Juli 2022; hal itu serupa dengan hasil sidang isbat yang dilakukan Kementrian Agama (Kemenag) pada tanggal 29 Juni 2022 dalam penetapan Idul Adha 1443H. Kemenag menggunakan metode hisab dan metode rukyatul hilal. 

Berbeda dengan Muhammadiyah: Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Maklumat Nomor 01/MLM/I.0/E/2022 telah menetapkan Idul Adha 2022 berdasarkan perhitungan hisab jatuh pada Sabtu, 9 Juli 2022. Sedangkan NU dalam pemutusan hari idul adha senada dengan pemerintah, yaitu Ahad, 10 Juli 2022 berdasarkan ilmu falak secara qath'iy. Sehingga di Indonesia akan terjadi fenomena Idul Adha berlangsung 2 hari.


Puasa Arafah dan Keutamaannya

Puasa Arafah adalah puasa umat Islam pada Hari Arafah, yaitu hari kesembilan dari bulan Zulhijah. Tentu dengan perbedaan pemutusan tanggal 10 Zulhijjah juga membuat puasa arafah juga berbeda antarmasyarakat di Indonesia. Ada sebagian masyarakat yang 9 Zulhijjahnya hari Jumat; ada juga yang hari Sabtu. Pada intinya, puasa Arafah dianjurkan untuk setiap muslim yang tidak menunaikan haji; dan puasa Arafah dilakukan ketika jamaah haji sedang wukuf di Arafah.

Bila kita telisik, dalam riwayat Nabi Muhammad ï·º tentang puasa Arafah:“ Dari Abu Qatadah Al-Anshariy (ia berkata),” Sesungguhnya Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah di tanya tentang (keutamaan) puasa pada hari Arafah?” Maka dia menjawab, “ Menghapuskan (kesalahan) tahun yang lalu dan yang sesudahnya.” (HR. Muslim no.1162 dalam hadits yang panjang)”.

Di dalam hadis ini terdapat dalil dan hujjah yang sangat kuat tentang waktu puasa Arafah, yaitu pada hari Arafah ketika manusia wuquf di Arafah. Karena puasa Arafah ini terkait dengan waktu dan tempat, bukan dengan waktu saja seperti umumnya puasa-puasa yang lain. Karena puasa Arafah terkait dengan tempat, maka waktu puasa Arafah adalah ketika kaum muslimin wukuf di Arafah.


Solat Ied 2 kali dan Kebaikannya

Selain puasa arafah yang berbeda, solat idul adha akan terjadi 2 kali di lingkungan masyarakat kita: hari Sabtu (9/7/22) dan Ahad (10/7/22). Bisa saja di masjid tempat kita dan lapangan yang digelar solat ied juga berbeda, hal ini menurut saya unik juga. Kaum muslim akan berbondong-bondong: ramai-ramai menunaikan ibadah solat ied yang akan berlangsung di hari yang berbeda.

Fenomena solat ied 2 kali ini, punya makna yang berlipat ganda juga tentunya. Salah satu keutamaan menunaikan ibadah solat idul adha adalah amalan ibadah yang dilipatgandakan pahalanya oleh Allah Subhanallahhu Wa Ta'ala. Dan mampu menciptakan suasana hidmat dan spiritual yang adem untuk 2 hari solat ied ini.


Kemaslahatan yang Dihasilkan

Pantas kita mengucap syukur kepada Allah Subhanallahhu Wa Ta'ala, karena bukan tanpa sebab menjadikan tahun ini: Hari Raya idul Adha yang berbeda. Fenomena yang begitu adanya, kiranya bisa menjadikan kesejahteraan dan kemaslahatan akan tersampaikannya rezeki yang melimpah lagi barokah. Memupuk rasa kebersamaan antar satu dan yang lain akan tercipta lebih lama dan ramai.

Momentum ini sangat luar biasa bagi umat manusia, terkhusus di Indonesia. Proses penyembelihan daging qurban yang nantinya akan dibagikan ke sesama umat muslim yang berada pada golongan fakir dan miskin akan terjadi berlipat-lipat. Sehingga, tali silaturahmi antarwarga akan terbangun lebih harmonis dan tercipta rasa memiliki di dalamnya. 


Makna Tersirat Idul Adha Tahun ini

Sebentar kita mengingat kisah Nabi Ibrahim a.s. : Hajar istri Nabi Ibrahim yang berjuang bersama Ismail untuk tetap hidup di sebuah padang pasir kota mekah, dan ditinggal oleh Ibrahim untuk pergi ke kota Syam. Tibalah musim kemarau saat itu, Hajar kehabisan air; Hajar kehausan sehingga air susunya pun kering dan tak bisa menyusui Ismail. Hajar pontang-panting berlarian ke sana kemari untuk mencarikan air untuk Ismail saat itu. Hingga akhirnya Allah turunkan air zam-zam melalui entakan kaki anaknya: Ismail a.s. Ma syaa Allah.

Tetapi Allah lebih sayang kepada Ismail, sehingga Allah berpesan kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelih anaknya bak menyembelih hewan. Cukup berat sebenarnya, tetapi karena itu merupakan pesan dari Allah; sudah barang tentu wajib dan ada hikmah dibalik semuanya. Langsung Ibrahim menghampiri Ismail dan meminta persetujuannya untuk disembelih. Dan Ismail mengiyakan, justru meminta ayahnya untuk menyegarakan. Akhirnya, disembelihlah Ismail oleh tangan Ibrahim a.s, ayah kandungnya sendiri, yang kemudian langsung diganti oleh Allah menjadi seekor domba. Peristiwa itulah yang merupakan sejarah untuk berkurban di hari raya idul adha.

Pada intinya, Pertama, dua ibadah yang sangat identik dengan Hari Raya Idul Adha adalah ibadah kurban dan haji. Ibadah ini mengandung nilai keteguhan dan keimanan dan menjadi bukti pengorbanan yang didasari dengan penuh keikhlasan dan kesabaran. Kedua, perbedaan hari raya idul adha ini diharapkan tidak menjadikan kaum muslimin di Indonesia terpecah belah. Meskipun saat ini masih hangat menjadi pembicaraan di lingkungan sekitar kita, semoga tidak sampai menjadikan konflik besar di antara kita. Keberagaman ini seharusnya membawa kita menuju kehidupan yang lebih layak dan bisa menerima perbedaan yang ada di lingkungan sekitar kita, dan percaya idul adha kali ini merupakan keberkahan yang datangnya dari Allah Subhanallahu Wa Ta'ala, Aamiin Yaa Rabbal Alamin.



Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

23 Agustus 2022, Nyolo.

Kacang itu Berkulit, Eh Apa Benar?