Posts

Capek Ya?

 Hidup selalu berjalan. Meski, kaki enggan melangkah lagi, tapi harus tetap berjalan. Hidup memang bernafas. Meski, terisak-isak oleh menusuknya oksigen buruk ke hidung kita.  Memang, rasa capek dan kesal pada diri sendiri sudah menjadi hal wajar dalam menapaki kehidupan. Mungkin tentu itu adalah hadiah terbaik dari Tuhan untuk bersyukur atas nikmat-Nya.  Sudah berapa jejak kaki yang kita tempuh selama kita hidup? selama satu tahun? selama satu bulan? bahkan selama hari ini? Capek? Berhenti atau lanjut? Capek banget hidup. Tapi mau gimana lagi? Masih bernyawa kan? ya harus lanjut. Berat ya nurutin kata orang lain, capek ya ngikutin standar orang lain, kenapa sih harus banget gitu nurutin trend?  Kenapa ya hidup, enggak yang yaudah hidup aja ga perlu banyak drama kesakitan kecapekan kerasa salahan. Tapi justru ternyata itu yang menjadikan nama “hidup”  Capek, tapi mau gimana lagi? Sudah basah kuyup kan? Berenang satu-satunya solusi. Mau berhenti? tenggelam. Cari ...

Kacang itu Berkulit, Eh Apa Benar?

Setidaknya dalam hidup kita pernahlah mengevaluasi diri sendiri, merasa selama ini hidup kita berasal dari mana? apa kita lupa atau memang berlagak lupa? kulit oh kulit, mana kulit?  Mungkin itu benak kali pertama saya tuk mencoba menulis kembali di blog pribadi di tahun 2023. Harapannya tetap bahagia terus dan jangan lupa sama kulit ya, hehe.  Barang tentu dalam hidup, kita semua berjalan di jalan yang sama tetapi bisa saja di rute yang berbeda. Bisa juga berbeda kapan perjalanan itu dimulai, walaupun pada akhirnya memiliki tujuan yang sama. Dan dalam setiap perjalanan itu manusia bermacam-macam menjalaninya, ada yang naik kendaraan, jalan kaki, atau bahkan merangkak, mengengsot. Luar biasa bukan, ternyata kita semua sudah berjalan sejak dahulu, sejak kita membuka mata, merangkak, dan akhirnya bisa berjalan dan berkendara. Kita juga semuanya berawal dari kecil hingga besar, ibarat angka dari 0 sampai 100 dan seterusnya. Setiap tahapan itu kita melalui langkah demi langkah: da...

Akhirnya TM 3

Ketetekbengekanku berangkat TM 3 Pelatihan Kader Madya Taruna Melati III (PKM-TM III) IPM Jawa Tengah pada 16-23 September 2022 di Banyumas. Alhamdulillah aku berkesempatan untuk mengikutinya, setelah tahun lalu belum berkesempatan ikut karena mendadaknya aku sehingga persyaratan belum kian siap. Berbeda dengan TM kali ini. Dengan penuh persiapan dan kematangan untuk beritikad dan bertekad mendaftar, alhamdulillah diberi amanah dari IPM Kabupaten Pekalongan untuk mengikuti kegiatan ini. Saya tidak sendirian dari perwakilan Kab. Pekalongan, yaitu saya Bersama Hanum Rahma Aini (Bendahara Umum). Oh iya,, kalo aku dari bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan (PIP). Tetapi Hanum berangkat Bersama teman-teman Kota Pekalongan, Nisa dan Arianda. Mereka berangkat lebih dulu tadi malam di stasiun Pekalongan. Sedangkan aku berangkat dari solo karena posisiku yang sudah mulai kuliah di UMS. Sempat sulit dan bingung tekait pendanaan agar kemudian aku bisa berangkat ke banyumas dengan keadaan aku g...

23 Agustus 2022, Nyolo.

  23 Agustus 2022   Perjalanan awal kali tatkala aku beritikad rantau untuk melanjutkan studiku di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Banyak joke mengenai sebutan kampusku ini: UMS (Universitas Meh Solo) yaaa karena letaknya bukan di Solo sebenarnya tapi justru di Sukoharjo yang mendekati Solo; UMS (Universitas Mahal Sekali) kalo ini aku netral yaa, karena menurutku relatif tergantung kantong personal, tapi yang banyak disinggung di medsos seperti itu adanya, terutama di tiktok-tiktok; UGM-nya Solo (Universitas Gonilan Mentok) lagi-lagi karena letaknya, karena ums ini berada di ujung gang sebuah kelurahan yaitu gonilan; kalau ada lagi tambahin dikomen ygy.               Oke lanjut cerita, aku berangkat ke solo diantar satu keluarga plus saudaraku (bulek dan anaknya) serta tak lupa sopirnya (temen kakak saya). Aku berangkat naik travel milik temen kakak saya, yang 3 tahun lalu juga mengantarkan Izzul (kaka...

Uniknya Idul Adha Tahun ini

 Pemberitaan Heboh Belakangan ini ramai sekali pemberitaan mengenai kapan jatuhnya hari raya Idul Adha 1443 Hijriyah. Mulai dari detik.com, tirto.id, cnbcindonesia.com, suara.com, sampai tribunnews; bahkan di media sosial ramai minta ampun saling sahut-sahutan mengenai isu idul adha ini. Untuk itu, patut kita labeli Idul Adha tahun ini adalah unik. Perihal perbedaan keputusan antara pemerintah, Muhammadiyah, dan Nahdhatul Ulama (NU) seringkali menjadi landasan masyarakat umum/netizen untuk saling berargumen. Pemerintah memutuskan Idul Adha jatuh pada hari Ahad, 10 Juli 2022; hal itu serupa dengan hasil sidang isbat yang dilakukan Kementrian Agama (Kemenag) pada tanggal 29 Juni 2022 dalam penetapan Idul Adha 1443H. Kemenag menggunakan metode hisab dan metode rukyatul hilal.  Berbeda dengan Muhammadiyah: Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Maklumat Nomor 01/MLM/I.0/E/2022 telah menetapkan Idul Adha 2022 berdasarkan perhitungan hisab jatuh pada Sabtu, 9 Juli 2022. Sedangkan NU da...

Buat Apa Insecure? Insecure itu Nggak Ada Gunanya

 Namanya juga manusia, pasti pernah dan akan merasakan kekurangan, merasakan keterbatasan dalam suatu hal, ketidak terpenuhinya keinginan atau kebutuhan; atau yang biasa kita sebut insecure. Kalimat “insecure” berasal dari Bahasa Inggris, yaitu “in” dan “secure“, in berarti tidak dan secure berarti aman, sehingga “insecure” berarti “tidak aman”; sedangkan definisi insecure secara gamblang adalah perasaan cemas, tidak mampu, dan kurang percaya diri yang membuat seseorang merasa tidak aman. Akibatnya, seseorang yang insecure bisa saja merasa cemburu, selalu menanyakan pendapat orang lain tentang dirinya. Hal-hal yang Menjadikan Kita Insecure Benar saja kita merasa insecure, karena banyak sekali pemicu yang menjadikan kita insecure dan itu semua berasal dari pola pikir kita. Hal itu sebenarnya di bawah kesadaran kita, karena rasa insecure timbul bersamaan dengan keadaan di mana orang lain yang lebih baik atau lebih bagus dibandingkan kita, entah itu melalui penglihatan, pendengaran, a...

Pt 2 Afirmasi Pelajar Bernalar Budaya-Intelektual

  Intelektual Dibutuhkan dalam Berbudaya Pasalnya, kebudayaan selalu identik dengan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya buah tangan masyarakat. Maka dari itu, di dalam sebuah sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya tersebut, diperlukan daya pikir dan nalar kritis yang berujung pada intelektual para insan. Karena, budaya-intelektual merupakan budaya yang dibangun untuk menumbuhkan nalar kritis, responsif, serta solutif terhadap isu-isu kontemporer yang sedang berkembang di masyarakat. Alhasil, manusia-manusia terkhusus para pelajar, dituntut mampu menjadi pedang sekaligus tameng dalam menggalakkan konsep budaya-intelektual tersebut. Hal tersebut dipertegas oleh Azaki Khoirudin, dalam bukunya yang berjudul "Mercusuar Peradaban Manifesto Gerakan Pelajar Berkemajuan". Azaki Khoirudin dalam tulisannya mengatakan, "Melalui aktivitas tubuhnya yang berbentuk perbuatan, gagasan, dan pemikiran manusia dapat diwujudkan dalam bentuk konkret, yaitu bentuk-bentuk kebudayaan se...